Monday, October 24, 2011

Seandainya suatu saat engkau membacanya

Demi Allah tidak ada sedikitpun niatku untuk menghinamu dengan pandangan jijik, tapi kuingin engkau tahu klo itu salah..
Demi Allah tidak ada sedikitpun inginku mengungkit hal itu terus menerus, namun yang haq adalah haq dan yang bathil adalh bathil.
Saat Itu ingin sekali kutepis tangannya namun apalah aku, yang hanya seorang pungguk tak lebih..
Saat itu ingin kukatakan padanya untuk jauhkan dirinya darimu tapi apalah aku yang bukan siapa2..
Seandainya engkau mengijinkan ingin kulindungi dirimu dengan iman dan nyawaku.. tapi tidak juga terijinkan..
Aku meminta hatimu dengan menghormatimu, bukan meminta fisikmu dengan kebohongan persaudaraan..
Dan ternyata kebohongan lebih penting untukmu...

Bukan saat engkau menolak cincin itu aku mengerti tapi sesungguhnya tahukah engkau saat telpon itu kau tutup lalu mengatakan apa yang kukatakan tidak penting saat engkau bersamanya, saat itulah aku mengerti..
Maap, bukannya aku tidak ingin tetap bersahabat, tapi alangkah busuknya imanku melihatmu dijamah tanpa bisa berbuat sesuatu..
Maap, aku lebih mencintai Rabbku daripada cinta fana itu..
Maap, aku harus pergi darimu bukan karena aku membencimu tapi karena aku tidak bisa menjaga imanmu karena buta akan cinta fanaku..
Suatu saat nanti saat engkau membaca ini kau akan mengerti alasanku untuk menjauh..

*Aku berdoa semoga engkau mendapatkan seseorang yang akan menjaga imanmu lebih baik dariku
*Aku berdoa semoga dia yang engkau dapatkan menjagamu dengan cintanya kepada Ilahi

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.