Sunday, February 21, 2010

Dongeng Kerajaan OMC

Pada Suatu Ketika Disuatu Waktu dan di Suatu Tempat nun Jauh Disana Terdapatlah Sebuah Kerajaan Dengan Nama Kerajaan Kecil Bernama Kerajaan OMC
Kerajaan ini Terkenal dengan Raja yang baik hati dan sangat periang dan seorang Jendral yang setia serta Patih yang selalu berharap menjadi anak emas sang Raja,Pada suatu ketika sehabis berperang Jenderal dipuja-puja oleh seluruh rakyat kerajaan timbullah iri dengki dari sang patih yang menganggap Jenderal adalah "Pemain Baru" sedangkan Sang Patih adalah "Pemain Lama",sedangkan dalam hati sang jenderal tidak ada sedikitpun keinginan menjadi anak emas sang raja yang diberikannya hanya pengabdian dan kesetiaan kepada sang Raja..
Sejak dulu sang Patih sangat senang bercerita ke seluruh kerajaan bahwa dialah sang "anak emas" tapi  mungkin penduduk kerajaan tidak ada yang percaya karena mereka bukanlah penduduk yang bodoh.Karena semakin dekatnya sang Raja dan sang Jenderal akhirnya iri hati itu kini makin menjadi-jadi. Dibuatlah berbagai macam desas-desus di kerajaan,dan yang paling hebat adalah yang mengatakan bahwa Raja bisa didekati dengan menggunakan "uang" dengan lain kata melalui penyogokan. Bahkan Perajurit Pengawal Kerajaan dan seluruh Rakyat kerajaan hampir tertipu oleh ceritanya karena bukti berbagai macam hadiah yang sebelum diberikan dipertontonkan ke khalayak ramai.
Karena Merasa risih dan tidak tega terhadap raja yang baik hati difitnah sebegitu kejam pun akhirnya sang jenderal yang merasa banyak berutang budi kepada baginda Raja pun menghadap sang Raja, Namun tak disangka ternyata kemanapun sang Raja berada sang patih berada didekatnya dengan alasan menjaga dari hasutan yang tidak benar,Namun dengan keberanian karena kebenaran akhirnya Sang Jenderal menghadap dengan gagah berani.
Jenderal: Beribu maaf Baginda...
Raja: Ada apa Panglimaku yang setia..??
Patih:  fuiiihhh, Apa yang kau harapkan??
Jenderal: Ada yang ingin aku sampaikan dan sebelumnya mohon maaf..
Raja: Sampaikan Jenderal, Patih mohon mari kita dengarkan..
Jenderal: sekali lagi mohon maaf sebelumnya,,Ada desas desus yang mengatakan bahwa Raja menerima suap, yang tidak semestinya,dan saya yakin itu tidak benar yang mulia...
Patih: Apa!?!?!? Lancang sekali kau menyebarkan fitnah ke yang mulia... pengawal tangkap dia!!!
Raja: Kurang ajar kau Jenderal, serendah itukah aku dimatamu??
Jenderal: Maaf baginda bukan begitu maksudku...
Raja: haaahhhh!!! sudahlah yang kau lakukan hanya maaf dan maaf trus tidak perlu lagi saya capek mendengar pembelaanmu, terserah apapun yang kau katakan.... Pengawal masukkan Panglima ke penjara!!!
Beribu pertanyaan dan penyesalan berada dikepala sang jenderal,begitu mudahnya dirinya tidak dipercaya oleh sang baginda, mungkin karena baginda terlalu baik sehingga dengan mudahnya dimanfaatkan oleh sang patih dan termakan hasutannya.
Akhirnya perkarapun diputuskan dan karena kebaikan baginda pulalah putusan yang seharusnya hukuman matipun tidak terjadi hanya Jenderal akan dibuang dan diasingkan dari kerajaan untuk selamanya.
Bukan Kepergiannya yang membuat sang jenderal sedih namun karena harus meninggalkan baginda yang begitu berjasa besar dan begitu baik kepadanya.
Tahunpun berganti kini sang jenderal telah memiliki kerajaan baru yang juga sangat mengagumi segala jasanya,Sebuah kabar berita tentang sakitnya bagindalah yang membuat hatinya remuk,sebagian dari hatinya ingin berlari dan leangsung menuju tempat pembaringan baginda yang teramat dhormati dan dicintainya selama ini namun sebagian hatinya kini sudah tak ingin lagi melihatnya,lukanya terlalu dalam untuk diobati.Kini hanya doa yang bisa ia berikan mudah2an sang patih tetap melihat jasa baik sang baginda selama ini dan sudi menjaganya tidak lagi menyia-nyiakan baginda dikala sakit.
Penyesalan selalu datang belakangan, dan kita selalu benar-benar merasa sesuatu itu sangat berarti bagi kita saat kita kehilangannya..

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.