Episode kali ini cerita sedikit absurd dikarenakan banyak hal yang berbau absurd yang terjadi,tapi tenang tidak berbau mistis kok,apalagi berbau jempol kaki,, btw busway.. meja kerja gw makin lama makin bau jempol kaki (hayooo ngaku sepatu sapa???)
[bebek verus cicak]
Bukannya mow nyaingin cicak VS Buaya tapi disini ceritanya semua buaya udah dikalahin ama si bebek setelah pertarungan sengit, tapi masalahnya betul kata orang "merebut itu adalah hal yang sulit tapi mempertahankan itu adalah hal yang lebih sulit".Cuman atu pesen gw (bukan bebek goreng loh pesennya walaupun sebenarnya laper.. hehe..) untuk bebek jangan dikasih nangis lagi dong cicaknya, kasian ntar diambil ama buaya (banyak loh diluaran..)
SOLUSI (hal absurd yg pertama): Pake lem korea bisa sangat merekat,, bayangkan aja sendal butut gw bisa jadi seperti baru gimana kalo pacar yah??
[eagle eye]
Hari sabtu dan minggu seharian dirumah kemarin karena kembali cedera kaki yang kambuh kembali akhirnya nonton TV HBO ada film EAGLE EYE. Dan sungguh gak disangka hape butut gw ternyata ada di film itu (ya cuman hape butut tapi historis coy..) setidaknya "to do list" gw untuk ikutan dalam film hollywood kesampean walaupun hanya diwakili sama hape gw (segitu aja bangga yah,hehe..)
SOLUSI (hal absurd yang kedua): kayaknya to do list gw kudu direvisi lagi soalnya banyak hal yg gak mungkin sekarang "terjadi" dengan cocok-cocoklogy..
[High Heels]
Ada apa sih dengan cew ama High heelsnya?? apa gag pegel yah pake spatu ampe sejengkal bgitu, tapi sebenarnya bagus sih ngeliatnya hehe.. tapi tetap aja kasian apalagi klo ampe dipake untuk turun naek tangga.. belum lagi klo lagi emosi trus nabok pake benda seperti itu.. jadi ada alasan tambahan kenapa cowok takut untuk selingkuh (bahan ngeles sebagai calon anggota ISTI hehe..)
SOLUSI (hal absurd yang kedua):kayaknya para pembuat sol sepatu highheels mempertimbangkan untuk menggunakan softmaterial (bahan empuk yang tidak terlalu keras)
[Obat Batuk]
Karena Musim hujan dan kekebalan tubuh yang kurang mendukung akhirnya dapat bonus virus batuk,dan terjadilah pembicaraan antara ibu dan anak yg sgt absurd
GW : "uhuk.. uhuk.. bunda,ada obat batuk nggak??"
Nyokap : "kamu batuk yah??"
GW : "iya tenggorokannya gatal banget"
Nyokap : "Kirain cuman manusia yang bisa sakit hahaha.."
GW : speachless meratapi nasib..
Dikasiin obat batuk Ibu dan Anak,,, udah jelas2 gw bukan ibu-ibu dan pastinya juga bukan anak2 lagi..(kembali meratapi nasib..)
yang tanpa hal absurd....
[Status Bijak]
Kali ini yang beruntung adalah "Thanks God, Your Card opened All Doors" status2na sangat puitis sepertinya KH Mustopha Bisri dan Taufik Ismail kudu ati2 seperti "Ring a bell in my head" yang m'ingatkan gw udah berapa banyak nikmat yang diberikan dibandingkan rasa syukur GW,bahkan kadang gw merasa kurang dan pengen nambah mulu (utamanya rejeki) padahal dengan ibadah yg dilakukan (sholat aja sering bolong) gak bakalan cukup mengimbangi nikmat yang sudah diberikan, so maapkan hambaMu ini dan ALHAMDULILLAH..
[Pesan Sponsor]
Dari Pengajian Minggu Kemarin Plus sedikit tambahan dari www.dakwatuna.com (mohon maap klo COPAS takut salah intrepetasi euyyy.. soalnya materinya dikit) :
“Wahai orang-orang yang beriman, ruku dan sujudlah kamu serta beribadahlah kepada Rabb kamu dan kerjakanlah segala kebajikan, agar kalian mendapatkan kemenangan.”
Disebutkan dalam surat Al Mukmin, bahwa salah satu ciri orang mukmin adalah mushallun (menegakkan shalat). Kemudian yang berkaitan erat dengan komitmen kita berdakwah dan berjihad adalah: “Dan orang-orang yang memenuhi amanat dan janji mereka…”.
Hal itu harus menjadi titik tolak kita, bahwa salah satu karakteristik untuk membangun masyarakat muslimin adalah orang-orang yang selalu memelihara amanah yang diberikan Allah kepada manusia, yaitu wazhifah ibadah dan khilafah. Kewajiban itu telah ditawarkan sebelumnya kepada langit dan bumi, tapi mereka semua menolaknya, kemudian manusia yang siap menerima. Semoga kita tidak termasuk apa yang disebut Allah dalam akhir ayat: “Sesungguhnya manusia dalam keadaan zalim dan bodoh”.
Kita harus betul-betul menjaga amanah. Penerimaan manusia atas amanah telah dikokohkan dengan ahd (janji) dan aqd (komitmen) yang dilakukan bersama-sama dan berulang-ulang dalam bentuk ahd al intimai al islami dan ahd al intimai al jamai yang dilaksanakan dengan beragam wazhifah, posisi dan penugasan.
Harus kita sadari pula betapa amanah itu akan dipertangungjawabkan, “Sesungguhnya setiap janji akan dimintai pertanggungjawaban”. Karena itu tepatilah janji. Apabila Allah menyebutkan ikatan pernikahan sebagai basis masyarakat islami dengan istilah mitsaqan ghalizhan, maka ahd untuk dakwah dan upaya menegakkan khilafah sudah tentu lebih berat lagi.
Dalam al Qur’an, Allah bukan saja memberikan janji pahala yang besar, apabila kita dapat melaksanakan dan memenuhi amanah, tetapi juga memperingatkan kita dengan azab, apabila kita tidak menepatinya. Karena itu kita harus berupaya agar termasuk orang yang menepati janji.
Dengan semangat ibadah dan berjamaah, kita pun akan dapat menanggulangi segala macam persoalan yang kita hadapi saat ini. Dalam berjamaah, kita dituntut untuk bersabar atas kekurangan yang mungkin kita temui pada saudara kita, sebab sesungguhnya kita tak akan pernah mendapatkan seorang teman tanpa kekurangan sedikitpun, dan sebenarnya kita sendiri memiliki banyak kekurangan.
Seorang penyair pernah berkata; “Barangsiapa mencari saudara yang tak memiliki cacat, maka ia akan hidup sendirian tidak punya kawan”. Penyair lain juga mengatakan: “Perhatikanlah saudaramu…perhatikanlah saudaramu. Sesungguhnya orang yang tidak memiliki saudara (kawan) adalah laksana seorang yang akan masuk ke medan tempur tanpa senjata”.
Modal utama kita ber-amal jama’i adalah berjalannya proses: tawashau bil haq, wa bis shabr, wa bil marhamah. Saya berharap dengan menjalankan proses ini dengan sebaik-baiknya, sehingga nanti kita bisa tampil sebagai “khalqan akhar” (makhluq baru) yang lebih berkualitas.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.

0 comments:
Post a Comment