Wednesday, February 10, 2010

[Kata Hati]

Sobat pernahkah engkau merangkai buah pikiran yang mengganggu otak,dan perlahan tapi pasti memutuskan rangkaian pseutron dan jaringan sinaptik yang kebanyakan diisi dengan berbagai pikiran "salah" tentang segala sesuatu...
Sobat tak akan lagi aku ceroboh menyakiti secara diam, atau tak peduli mengucapkan kata "tak pantas" yang tak akan pernah mungkin kau balas, mungkin pertanyaan tentang ikhlasmu itu membuatku belajar banyak bahwa dalam banyak hal saya masih harus belajar lebih banyak tentang "tanpa pamrih" terutama darimu,Kerendahan hatimu membuatku belajar bahwa kesombongan kecilku selama ini ternyata betul tiada berguna, buktinya sudah terpampang jelas didepan mata seharusnya saya lebih bisa menimba ilmu tentang Ketinggian Martabat terutama dari seseorang seperti dirimu,Hatimu begitu indah untuk dimiliki oleh si bejat yang tak pandai berterima kasih..
Sobat Kali ini kubercerita tentang keluh kesahku sebagai pelarianku dari penatnya hariku dengan berbagai kegiatan yang disebut orang-orang dengan Pekerjaan tapi kusebut dengan pengalaman hidup berbuah sesuatu yang berharga duniawi...
Sobat Kini kuberikan kesetiaanku pada sesuatu yang salah, sesuatu yang menyakitkan, membakar amarah terpendam pedih dalam kalut kabut kekecewaan, bukannya akan kuambil paksa tapi akan kebungkus kembali dalam sebuah kotak yang akan kubungkus erat tanpa dendam, tiada maksud pergi tanpa menjauh,tapi mundur selangkah demi asa dalam hati yang selalu menggejolak lemah dan merasuk sakit dalam jiwa..
Sobat kadang Candaan ini berlebih menyakitimu, kadang rasa kecewa dalam hati ikut menyambarmu seperti jilatan api,kadang juga karena tidak peduliku atau pandangan sinis itu yang menyayat lemah sepi hatimu, kadang juga hanya karena keiri dengkian dalam segompok daging kecil itulah yang manjauhkanmu karena kebahagiaanmu, Tiada kata lebih tulus Selain yang selalu kuucapkan bahkan jikapun engkau bosan MAAF,Jangan berpaling dari si jahat ini sobat..
Sobat Tak Seuntai katapun yang akan mampu menghapus segala salahku, bahkan mahluk lemah inipun bukanlah pemilik sah raga dan jiwa ini...

Tolong Menolonglah Engkau dalam Kebaikan dan Jangan Tolong Menolong dalam Kejahatan....

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.